
ingatkah kita dipertemukan di dalam beningnya air mata
kau persilah aku mengunjungi rumah cahayamu
ketika engkau menyelesaikan harimu dengan do'a
lalu engkau merubah disetiap pedihnya dunia menjadi cinta
engkau perempuan langit,,,,,
membuka kelopak bunga untuk mengikuti cahaya
sejak purdah itu terbuka, aku tahu perempuan itu bukan bidadari
tapi aku fahami hati, jika rasa ini melampaui batas yg kukira
perempuan biasa yang gemar memunguti kebenaran
perempuan langit meniti di seutas tali jiwanya
bersimpuh, bersujud, dhikirnya memenuhi wajah langit
tatapannya menyingkap rahasia purnama yang sinarnya hanya dimengerti oleh cinta
di dataran persemaian ini keraguan menebarkan diri
namun perempuan dengan suara lembut itu menyembunyikannya
dari telapak kakinya dapat membuatkan karya surga
meski Hidup terus bergegas
tetap saja berputar dalam mihwar
keluhnya derita senantiasa dibuatkan cinta
sehingga lembaran hati diketahui maknanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar