Minggu, 06 Juni 2010

Gelap di palestina


Warna keperakan
Di bukit perjanjian
Daun zaitun gugur tak bergetah
...Bunda.....
SUSAH MENCARI HARUM KESTURI
DI DUNIA PARA NABI DI LAHIRKAN
OH..
AROMA INI
ANYIR MESIU DIALTAR DIALTAR PERSEMBAHAN
Mati demi sejumput tanah rampasan
INIKAH CINTA
ANAK-ANAK DILAHIRKAN HANYA UNTUK KEMBALI
WALAU NYAWA MEREKA dirindukan para penghuni langit
KARENA Kematian janji kemuliaan di alam keabadian

Sabtu, 05 Juni 2010

kali ini telah dhuhur sebentar lagi waktu ashar kemudian akan menjelang magribku
mana bagian tubuh ini yang belum berTuhan
Daun demi daun gugur, bagai usia yang berkurang

kapan hati berhenti mengeluh, dalam renung
sementara hidup akan berhenti menyala
lalu dunia akan hilang hiasnya

umur batasan waktu yang menggerus
namun cinta tak kunjung sempurna

Sabtu, 29 Mei 2010

sirnah di keEsaan

Sepagi ini... gelombang Menghardik pantai berpasir
karena tak kunjung bisa membujuk Bumi
hingga matahari hanyut dari langit
menyuruk diantara awan yang terbelah
ku juga tak akan meminta…
hantarkan memanjat langit
walau aku menginginkan sebuah pintu rela
untuk mengambil satu bintang
agar ku sirnah di ke esaan

Jumat, 28 Mei 2010

MUDAHNYA

Mengapa mudah berubah…………
Lahirku bukan sekedar perumpamaan

kulakukan atas kegusaran tak tanyakan asal usul ini………………………….
Karena kalbu bukanlah prasangka...
Walau Pemahaman Rahasia telah ajarkan pada semua orang
nafas adalah mukjizat yang disandang
Dari kekekalan sendiri yang abadi

anak-anak kehidupan

padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
tapi hati tak juga tergugah
melihat anak-anak yang hidup di dalam selokan
mungkin mata telah menganggapnya biasa


atau mungkin juga pikiran telah diledek oleh impian
...mereka tak minta untuk menjadi mereka
untuk kalah di dalam pergulatan
itupun aku tahu tapi aku tak kunjung tahu…anak-anak itu berasal dari kampung yang sama
kampung dimana Adam berasal……………….

cinta hanya sebatas usia

Jika bukan karena cinta takkan
sesat dipadang terbuka
menunggu dua persaksian, dirindang pohon ketetapan
Tapi mengapa Tak hentinya kenikmatan dengan derita

Memberi janji yang tak ditepati

Aku kira sakit ini turut mencela
pada keluh yang terus membuntuti
renta tubuh pasti tulus memperingatkannya

Kalau cinta hanya sebatas usia

dhikir

jika cinta itu ada biarkan menilai
baik dan buruknya diri

karena cinta tak merindangi kenikmatan
dengan derita.......
kegembiraan pada nikmat ini tak
terbilang sudah

tapi mengapa dhikir dan ingatan ini dibatasi oleh diri

tak akan katakan

Aku tak akan katakan suka
Karena suatu waktu hati akan ucapkan jenuh

Aku tak akan katakan cinta
Karena suatu waktu kalbu akan ucapkan benci

Aku tak akan katakan sayang
Karena suatu waktu rasa ini akanberubah

Tapi aku akan berusaha mengerti hati
Seperti belajar pada keikhlasan

cinta mengikuti hati

tak cukupkah mencela
kepada aniaya hidup yg bertubi-tubi
tak cukupkah hanya menghakimi
seloroh hayat pda derita
tahukah...
tiada satupun yg tertinggal
kuku pda jemari yg bergerak tumbuh
rambut yg disadari stelah bergerai
ataukah ranting yg berganti ketika patah
maha suci engkau
semua tumbuh sesuai waktunya
cinta mengikuti hati

Minggu, 23 Mei 2010

jika semua tanpa nama

Bagaimana jika semua tanpa nama
Susah hati mengenangnya
semoga tak lupa Mengejanya
karena nama tak hadir seketika

Tapi mengapa ku menyembahmu sebagai nama

kelahiran ini penuh cinta
ketika terpejam bisakah ku menyebutnya


Namamu ada,Ini kaliku mencari cinta
Namamu ada karenamu ada